



Asalnya iseng-iseng karena ingin mengisi akun e-currency liberty reserve yang masih nol, eh ternyata ada situs menarik yang memberikan balasan uang recehan. Hanya dengan melakukan klik pada ling yang disediakan, kita dapat tambahan income minimal 0.25 cent, lumaya khan. Trus minimum payout di donkey mail juga sangat rendah yakni $1, sama dengan klik beberapa kali sudah dapat memasukkan recehan kita ke akun e-currency. Doneky mail menerima e-currency libertyreserve, alertpay, paypal dan lain-lain. Sambil nulis dan ketik-ketik tidak ada salahnya klik-klik ling yang menghasilkan tambahan. Selamat Mencoba!




Punya PDA yang meski tidak terlalu bagus. Ternyata sangat mengasyikkan. Novel yang selama ini saya idam-idamkan dapat dibaca dengan sangat leluasa dengan memakai PDA jadulku. Sip lah pokoknya. Software windows mobile 2003 sudah support file-file reader, seperti pdf dan lit. dengan memanfaatkan microsoft reader, saya dapat membaca novel-novel kuno kecintaan saya, seperti api dibukit menoreh, nogososro sabuk inten dll. bagi yang belum punya micrososft reader dapat mendownload di situs micrososft. Atau bisa pula di sini




Program affiliasi bisnis di internet ternyata sangat membludak. Seperti model affiliasi pada umumnya, setiap member akan mendapatkan komisi dengan merekrut member yang lain. Bagi yang ingin mencoba, coba dulu yang gratisan, dan tanpa resiko, bisa coba di: http://www.komisiGRATIS.com/?id=bisnizq sudah gratis dapat buku-buku dan tutorial bisnis yang banyak juga.
Berbisnis di dunia maya pada jenis bisnis affiliasi, akan seret kalau tidak didukung dengan iklan dan networking, untuk memasukkan iklan secara langsung ke situs-situs iklan bisa mencoba software ini iklansoft, silahkan download di: http://www.suryapromo.com/iklansoft
Selamat Mencoba!




Mengikuti kuliah Pasca Sarjana kemarin Rabu menarik juga, selan menambah semangat untuk bergegas menyelesaikan Thesis, juga mendapatkan banyak informasi teman-teman yang memang sudah lama tidak ketemu. Kami sama-sama menghadiri acara seminar proposal teman sekelas, Sufiana Annur. Seminar ini menarik sekali karena sedang mempresentasikan beberapa proposal Thesis yang kebanyakan berbahasa inggris, jadinya seperti seminar yang berbahasa inggris, ya alih-alih belajar bahasa inggris juga
Proposal Thesis Sufianan Annur membahas tentang salah satu novel abad 19 dan di analisis mengenai konsep rasisme yang tertuang didalam novel. Analisis terhadap Rasisme yang ada apa novel tersebut menggunakan Critical Discourse Analysis (CDA), sebuah metode kritik terhadap novel yang mutakhir dan menarik untuk dipakai sebagai landasan teori sebuah penelitian. Di Indonesia, CDA sebenarnya masih baru dan belum banyak berkembang kecuali beberapa akademik tertentu. Buku karya Erianto yang membahas mengenai CDA, cukup membantu penyebaran teori ini di Indonesia. Sebelumnya teori ini hanya terbatas pada kalangan tertentu yang lebih getol kepada penelitian baru, seperti kelompok-kelompok Mahasiswa filsafat, Seni dan Mahasiswa yang banyak bersinggungan dengan penerbiatan Media
Mahasiswa Filsafat pun sebenarnya hanya mereka yang memang mengikuti trend terbaru dalam percaturan teori dunia. Sebagian besar dari mereka yang sudah pernah bersinggungan dengan CDA, tentu juga pernah bersinggungan dengan beberapa teori mutakhir, seperti Postmodern, Postcolonial, Semiologi Barthes, Content Analysis, serta CDA. Beberapa teori baru tersebut mempunyai tokoh-tokoh yang saling melengkapi, Seperti M. Foucault, R. Barthes, Derrida, Gadamer, Y. Kristeva, dll. Teori ini berputar-putar pada konsep-konsep Kebudayaan, Seni, dan Bahasa
Pada kesempatan lain untuk mengisi Blog ini, saya usahakan bisa menulis sebuah penelitian sederhana menggunakan CDA, Amin




Kiai adalah pemimpin tertinggi di sebuah pondok pesantren, sosoknya yang kharismatik dan pengetahuan agama yang luas membuat kiai sangat disegani dan dihormati. Hal tersebut tidak cukup sampai disini, kepercayaan masyarakat yang begitu tinggi sehingga santri yang nyantri di pondok pesantren yang dipimpinnya pun banyak.
Akan tetapi jika kiai kharismtik tersebut telah tiada, apa yang akan terjadi? kenyataanya, kepercayaan terhadap pond-pest tersebut turun sehingga santrinya pun sedikit demi sedikit berkurang. Masyarakat yang dulunya mengelu-elukan, berangsur-angsur meninggalkan. Kebebasan yang dialami santri karena kurang control dan kedisiplinan. Fenomena ini terjadi pula di pondok An-Nidlomiyah Sepanjang Sidoarjo.
Ketika KH. Badrus Soleh Syakur yakni pengasuh pondok An-Nidhomiyah Sepanjang Sidoarjo masih hidup, dengan kharismanya dan pengetahuan agama yang luas banyak masyarakat yang menimba ilmu di pondoknya, kerukunan keluarga pengasuh terjaga, keutuhan santri putra dan putri terjamin, santri yang bermukim di pondok tersebut baik putra maupun putri sangat banyak, serta santri yang penuh dengan kedisiplinan karena control yang diterapkannya sangat tinggi.
Masalah kemudian muncul ketika KH. Badrus Sholeh Syakur yang sering dipanggil dengan sebutan gus Badrus, menghadap sang Ilahi. Semuanya baik keluarga pengasuh (ndalem), santri dan masyarakat luas yang mengenalnya merasa kehilangan. Pondok kehilangan seorang panutan dan pemimpin yang sangat disegani, dihormati dan di sanjung.




A. Pendahuluan
Hakekat kejiwaan manusia terwujud dengan adanya kekuatan-kekuatan serta aktifitas-aktifitas kejiawaan dalam diri manusia, yang semua itu menghasilkan tingkah laku yang lebih sempurna dari pada makhluk lain[1]. Tanpa disadari manusia secara tidak langsung telah melakukan suatu perubahan dimana perubahan tersebut terbentuk dari tidak bisa menjadi biasa, tidak tahu menjadi tahu dan seterusnya hingga manusia tersebut menjadi manusia sempurna (insan kamil).
Belajar bukanlah kegiatan yang hanya berlangsung di dalam kelas saja, tetapi juga berlangsung dalam kehidupan sehari-hari. Belajar tidak hanya melibatkan yang benar saja, tetapi juga melibatkan yang tidak benar, missal ada murid yang salah mengeja kata, kita tidak dapat mengatakan bahwa tidak belajar, hanya saja dia mengeja yang salah. Jadi belajar tidaklah selalu dalam hal pengetahuan atau keterampilan, tetapi juga dapat berkenaan dengan sikap, tingkah laku, kejiwaan dan perasaan.
Unsur asasi dari belajar adalah selalu melibatkan adanya perubahan dalam diri orang yang belajar. Perubahan itu bisa terjadi dengan sengaja bisa lebih baik bisa lebih buruk. Agar berkualitas sebagai belajar, perubahan itu harus dilahirkan oleh pengalaman, oleh interaksi antar orang dengan lingkungannya. Untuk itu dalam makalah ini kami menguraikan tentang definisi belajar, definisi psikologi serta konsep dan makna psikologi belajar.
Secara implisit maupun eksplisit firman Allah telah mewajibkan manusia untuk belajar, sebagai berikut yang artinya:
apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan dengan orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya hanya orang-orang berakalah yang mampu menerima pelajaran (QS. Az-Zumar : 9)




Hantaran
Pendidikan merupakan Hak Asasi Manusia. Pendidikan yang tidak diskriminatif akan menguntungkan, baik bagi perempuan maupun laki-laki, yang pada akhirnya akan mempermudah terjadinya kesetaraan dalam hubungan antara perempuan dan laki-laki. Gender sebagaimana didefinisikan secara umum adalah pembedaan peran dan tanggung jawab antara perempuan dan laki-laki sebagai hasil konstruksi sosial budaya masyarakat . Tataran bias gender banyak terjadi dalam berbagai bidang, termasuk dalam bidang pendidikan. Misalnya peran gender terjadi dalam hal mengakses lembaga pendidikan yang menyebabkan rendahnya tingkat partisipasi perempuan.
Allah mewajibkan hambanya untuk memperoleh pendidikan yang tinggi, tidak ada pembedaan antara laki-laki dan perempuan dalam memperoleh pendidikan. Keduanya mempunyai potensi dan peluang yang sama untuk menjadi hamba ideal. Hamba ideal dalam hal ini adalah bahwa prestasi individual, baik dalam bidang spiritual maupun karier profesional, tidak mesti didominasi oleh satu jenis kelamin saja. Peluang untuk meraih prestasi maksimum dalam pendidikan terbuka lebar untuk dua insan tersebut. Yang membedakan hanyalah ketakwaannya dihadapan Allah sang Pencipta . Sebagaimana disebutkan dalam Q.S. al-Hujurat (49:13) sebagai berikut yang artinya;
“Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”




Ada dua konsepsi tradisional tentang belajar bahasa kedua yang relevan dengan pembahasan ciri-ciri siswa.
Dengan adanya dua konsepsi ini maka diasumsikan berdasarkan pengalaman perorangan bahwa perbedaan dalam keberhasilan belajar bahasa kedua sebagian besarnya dapat dijelaskan dengan dasar perbedaan dalam usia dan bakat.
Pada tahun 1950-an tatkala penelitian ilmiah mengenai ciri-ciri siswa dalam belajar bahasa kedua dimulai, segera menjadi jelas bahwa seperangkat ciri-ciri siswa merupakan penyebab keberhasilan atau kegagalan relatif dari belajar bahasa kedua. (Hamied, 1987:81). Kita akan membatasi pembicaraan pada pertimbangan lain yang telah diselidiki dengan lebih baik dan yang paling relevan. Pembahasan kita hanya membicarakan pertimbangan neurologikal, kognitif, dan afektif. (Brown, 2000:71).
Pertimbangan Neurologi
Penfield dan Roberts (1959) ahli neurologi yang berargumentasi bahwa kemempuan anak lebih besar untuk belajar bahasa dapat dijelaskan dengan plastisitas yang lebih besar dari otak anak tersebut. Plastisitas otak ditemukan berkurang manakala usia bertambah. (Hamied:82). Menurut Panfield dan Roberts (1959) menampilkan bukti bahwa anak-anak mempunyai kapasitas menonjol untuk mempelajari kembali ketrampilan bahasa setelah kecelakaan atau penyakit yang merusak bidang ujaran dalam hemisfer serebral dominan biasanya hemisfer sebelah kiri.
More »




Memilah karya sastra menjadi dua bagian yang dikotomis dan beroposisi biner, subjektif-objektif, terkesan terlalu dipaksakan dan cenderung overgeneralisir. Karya sastra muncul sesuai dengan kecenderungan dan kekhasan masing-masing sastrawan, terkadang muncul dengan gaya ke-AKU-an yang kuat, terkadang si pengarang lebih suka menegasikan dirinya dalam karyanya. Lalu apakah yang muncul dengan gaya AKU atau penonjolan diri yang kuat dalam sebuah karya, dapat dianggap sebagai subjektif? Sedangkan yang tidak menghadirkan kedirian dalam karya disebut objektif? Tentu tidak bisa serta-merta seperti itu.
Karya sastra merupakan hasil refleksi terhadap alam sekitarnya, kalaupun kemudian muncul unsur-unsur pribadi dalam karya, unsur-unsur tersebut telah dimodifikasi sedemikian rupa, diatur kembali, sehingga makna personalnya hilang, makna individunya hilang, dan makna subjektifnya otomatis hilang, yang ada adalah karya yang berdiri sendiri. (Wellek & Warren, 86)
More »




Novel Gadis Tangsi merupakan novel pertama dari tiga rangkaian trilogi karya Suparto Brata. Novel Keduanya adalah Kerajaan Raminem, diterbitkan juga oleh Kompas. Sedangkan yang terakhir Mahligai di Ufuk Timur belum terbit.
Dalam Gadis Tangsi dikisahkan masa kecil Teyi yang anak kolong pada zaman kolonial di Tangsi Garnisun Lorong Belawan, Pangkalan Brandan, Sumatra Utara. Teyi anak pertama dari Serdadu Perang Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) Sersan Kepala Wongsodirjo dan Raminem yang hijrah dari Jawa.
Teyi kecil adalah tipe anak nakal, tak memiliki tatakrama, dan liar tetapi cerdas. Teyi berangsur menjadi anak yang berbudi saat menjadi anak angkat Putri Parasi dan Kapten Sarjubehi. Putri Parasi adalah darah biru keturunan Kerajaan Surakarta Hadiningrat.
More »


More Options ...
Categories
Tag Cloud
Blog RSS
Comments RSS


Void « Default
Life
Earth
Wind
Water
Fire
Light 